Read the Beforeitsnews.com story here. Advertise at Before It's News here.
Profile image
By Center for a Stateless Society
Contributor profile | More stories
Story Views
Now:
Last hour:
Last 24 hours:
Total:

Warisan Murray Rothbard bagi Libertarian Kiri

% of readers think this story is Fact. Add your two cents.


Oleh: Cory Massimino. Teks aslinya berjudul “Murray Rothbard’s Left-Libertarian Legacy”. DIterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Ameyuri Ringo.

Support Ringo by considering becoming his Patron.

Hari ini adalah peringatan seratus tahun kelahiran Murray Rothbard.

Banyak tulisan telah membahas warisan Rothbard bagi gerakan libertarian secara umum. Tetapi bagaimana dengan warisannya bagi libertarian kiri secara khusus?

Warisan Rothbard bagi libertarian kiri? Kebanyakan libertarian kiri maupun para pengagum Rothbard mungkin akan mengernyitkan dahi mendengar pertanyaan itu. Rothbard biasanya dipandang sebagai figur yang duduk dengan sangat nyaman di sisi kanan peta ideologi politik. Bagi sebagian orang ia adalah penjahat ideologis sayap kanan. Bagi yang lain ia adalah pahlawan sayap kanan. Dalam banyak hal pelabelan Rothbard sebagai tokoh kanan memang cukup benar. Namun memetakan pemikirannya akan jauh lebih rumit dari itu. Banyak orang cenderung mengabaikan kecenderungan kiri yang juga hadir dalam pemikiran Rothbard. Kecenderungan ini paling terlihat selama masa singkatnya ketika berinteraksi dengan gelombang gerakan New Left, tetapi sebenarnya persinggungannya tidak hanya terbatas pada periode tersebut saja. Dalam semangat untuk melakukan semacam “audit ideologis” terhadap para pemikir libertarian klasik dari sudut pandang libertarian kiri, saya ingin menawarkan audit berikut terhadap Murray Rothbard.

Saya akan mulai dari sisi warisannya yang lebih dikenal sebagai bagian dari spektrum kanan. Rothbard menyatakan posisi berikut:

● Menganggap egalitarianisme sebagai bentuk pemberontakan terhadap alam dan pemberontakan semacam itu seharusnya kita tolak.

● Bapak ideologis dari cabang pertama anarkisme berfondasikan pada kapitalisme.

● Memiliki pandangan rasialis dan mendukung apa yang disebut sebagai “racialist science”.

● Memiliki sikap seksis serta mengaitkan gerakan feminisme dengan perempuan yang membenci laki laki dan bahkan membenci diri mereka sendiri.

● Meremehkan heteroseksisme, ableisme, ageisme dan berbagai bentuk victimology lainnya.

● Pernah menyerukan agar polisi dibebaskan tanpa banyak pembatasan, termasuk pengusiran paksa tunawisma dari jalanan serta penyebaran moralitas Kristen konservatif meskipun ia sendiri seorang ateis.

● Mendukung penggunaan penyiksaan, (tampaknya ini hanya dimaksudkan untuk memperoleh informasi dari tersangka pembunuhan, dengan ketentuan bahwa penyiksa harus diperlakukan sebagai pelaku kejahatan jika orang yang disiksa ternyata tidak bersalah).

● Apologet ulung Konfederasi Amerika bahkan Nazi.

● Mendukung secara terang-terangan tokoh politik kanan-jauh seperti Strom Thurmond dan Pat Buchanan.

● Membantu melahirkan strategi paleo, sebuah cabang fusionisme yang kemudian menjadi bagian penting dari gerakan libertarian.

Ya, sayangnya semua itu benar. Tetapi itu bukan keseluruhan isi kepala Rothbard. Ada sisi lain dari warisan Rothbard yang juga tidak boleh diabaikan. Rothbard juga,

● Membela hak hak libertarian dan prinsip non agresi atas dasar egalitarian. Ia berpendapat bahwa hanya etika inilah yang benar benar dapat bersifat universal dan dipraktikkan di antara manusia sebagai sesama yang setara secara moral.

● Banyak mengambil inspirasi dari para pemikir sosialis pasar bebas seperti Benjamin Tucker dan Lysander Spooner.

● Mendukung reparasi atas perbudakan. Berbeda dengan banyak libertarian yang cenderung apatis terhadap ketidakadilan historis, Rothbard sangat menaruh perhatian pada upaya memperbaiki kepemilikan pribadi yang diperoleh secara tidak adil. Tiga bab dalam bukunya, Ethics of Liberty membahas hal ini. Terima kasih kepada Jason Byas atas poin ini.

● Mendukung gagasan bahwa para pekerja dapat mengambil alih sebagian alat produksi ketika kepemilikan kaum kapitalis atas sebuah alat produksi terlalu bergantung pada subsidi negara.

● Menentang kolonialisme dan menganggap semua klaim kepemilikan yang lahir dari kolonialisme tidak sah.

● Berpendapat bahwa banyak perusahaan besar menjadi besar bukan karena pasar bebas, melainkan karena adanya hambatan neo-merkantilis yang menghalangi masuknya pesaing baru.

● Mendukung gerakan Black Power dan kelompok militan seperti Black Panthers dalam menghadapi polisi dan Ku Klux Klan. Lihat tulisan Grant Babcock berjudul “Murray Rothbard on the Struggle for Black Dignity and Equality” dan tulisan Thomas J Webb berjudul “Murray Rothbard’s Black Nationalism

● Secara konsisten mengambi posisi pro-choice dalam isu aborsi.

● Menggambarkan hubungan antara orang tua dan anak sebagai semacam bentuk perjuangan kelas serta mendukung hak-hak anak. Pandangan ini bertahan hingga beberapa tahun terakhir hidupnya. Lihat tulisan Charles Johnson berjudul “Rothbard against the Fugitive Child Act”.

● Mendukung kebebasan imigrasi hingga beberapa tahun terakhir hidupnya.

● Merupakan seorang pemikir yang dialektis. Ia menyadari adanya keterkaitan erat antara negara, ekonomi dan budaya.

● Sangat kritis terhadap Nixon, Reagan, Thatcher dan Pinochet pada masa ketika hampir semua libertarian justru membela mereka atau bahkan lebih buruk lagi.

● Menganggap libertarianisme dan anarkisme paling tepat dipahami sebagai ideologi kiri yang secara mendasar menentang statisme, militerisme dan hierarki sayap kanan. Poin ini kembali diangkat dalam kebangkitan libertarian kiri pada akhir 2000 an dan awal 2010 an terutama dalam tulisan Anthony Gregory berjudul “Carnage in the Middle of the Road” dan tulisan Roderick Long berjudul “Rothbard’s Left and Right 40 Years Later”.

Beberapa isu memang lebih sulit untuk dikategorikan secara sederhana. Dalam soal kekayaan intelektual misalnya, Rothbard menolak paten tetapi masih mendukung versi modifikasi dari hak cipta. Dalam soal komunisme Rothbard pernah melakukan apologetika terhadap Mao dan Che. Namun komunisme sendiri sebenarnya lebih tepat dipahami sebagai ideologi sayap kanan yang menggunakan bahasa sayap kiri. Dalam strategi politik Rothbard mendorong perubahan sosial dengan cara yang menyerupai pendekatan Leninisme. Hal ini menjadikan apologetika Rothbard terhadap komunisme tadi hanya tampak kiri di permukaan. Mengenai pandangannya terhadap legalitas menelantarkan anak, Rothbard jelas sangat keliru. Lihat tulisan Roderick Long yang berjudul “Abortion, Abandonment, and Positive Rights”. Namun kekeliruan ini tidak mudah dikategorikan sebagai posisi kiri maupun kanan.

Jadi tampaknya memang ada dua Rothbard atau dua arus dalam diri Rothbard. Satu arus libertarian kiri yang pro-pekerja, anti-rasisme, anti-ageisme dan egalitarian. Satu lagi arus libertarian kanan yang rasialis, seksis, pro-polisi dan pro-hierarki. Lalu arus mana yang mencerminkan Rothbard yang “sebenarnya”? Jawabannya adalah keduanya. Ia memang sosok yang mencoba menggabungkan dua arus tersebut seumur hidupnya.

Pertanyaan yang lebih menarik adalah arus mana yang paling mencerminkan prinsip prinsip dasar yang ia anut. Bagi saya jawabannya adalah arus libertarian kiri. Argumen yang lebih panjang tentang Rothbardianisme kiri telah saya tulis dalam esai berjudul “Two Cheers for Rothbardianism”. Arus libertarian kanan Rothbard menurut saya sebagian besar merupakan ekspresi dari prasangka pribadi Rothbard serta manuver politik yang bersifat situasional. Tentu saja manusia itu kompleks dan ini bukan dimaksudkan sebagai penjelasan yang reduksionis ataupun pembelaan moral. Namun prasangka-prasangkanya serta keinginannya untuk menjadi bagian dari sebuah gerakan populis massa seringkali membuatnya menciptakan oportunisme atau penerapan yang aneh bahkan bertentangan terhadap prinsip-prinsip dasar yang ia perjuangkan. Kadang hal itu mengarah ke kiri tetapi menurut saya lebih sering justru mengarah ke kanan.

Jika kita hanya mempertimbangkan ke arah mana etika libertarian-anarkis yang sangat individualistis, anti-negara, anti-perang, dan dialektis paling alami dapat berkembang, maka itu adalah libertarianisme kiri.

The Center for a Stateless Society (www.c4ss.org) is a media center working to build awareness of the market anarchist alternative


Source: https://c4ss.org/content/61066


Before It’s News® is a community of individuals who report on what’s going on around them, from all around the world.

Anyone can join.
Anyone can contribute.
Anyone can become informed about their world.

"United We Stand" Click Here To Create Your Personal Citizen Journalist Account Today, Be Sure To Invite Your Friends.

Before It’s News® is a community of individuals who report on what’s going on around them, from all around the world. Anyone can join. Anyone can contribute. Anyone can become informed about their world. "United We Stand" Click Here To Create Your Personal Citizen Journalist Account Today, Be Sure To Invite Your Friends.


LION'S MANE PRODUCT


Try Our Lion’s Mane WHOLE MIND Nootropic Blend 60 Capsules


Mushrooms are having a moment. One fabulous fungus in particular, lion’s mane, may help improve memory, depression and anxiety symptoms. They are also an excellent source of nutrients that show promise as a therapy for dementia, and other neurodegenerative diseases. If you’re living with anxiety or depression, you may be curious about all the therapy options out there — including the natural ones.Our Lion’s Mane WHOLE MIND Nootropic Blend has been formulated to utilize the potency of Lion’s mane but also include the benefits of four other Highly Beneficial Mushrooms. Synergistically, they work together to Build your health through improving cognitive function and immunity regardless of your age. Our Nootropic not only improves your Cognitive Function and Activates your Immune System, but it benefits growth of Essential Gut Flora, further enhancing your Vitality.



Our Formula includes: Lion’s Mane Mushrooms which Increase Brain Power through nerve growth, lessen anxiety, reduce depression, and improve concentration. Its an excellent adaptogen, promotes sleep and improves immunity. Shiitake Mushrooms which Fight cancer cells and infectious disease, boost the immune system, promotes brain function, and serves as a source of B vitamins. Maitake Mushrooms which regulate blood sugar levels of diabetics, reduce hypertension and boosts the immune system. Reishi Mushrooms which Fight inflammation, liver disease, fatigue, tumor growth and cancer. They Improve skin disorders and soothes digestive problems, stomach ulcers and leaky gut syndrome. Chaga Mushrooms which have anti-aging effects, boost immune function, improve stamina and athletic performance, even act as a natural aphrodisiac, fighting diabetes and improving liver function. Try Our Lion’s Mane WHOLE MIND Nootropic Blend 60 Capsules Today. Be 100% Satisfied or Receive a Full Money Back Guarantee. Order Yours Today by Following This Link.


Report abuse

Comments

Your Comments
Question   Razz  Sad   Evil  Exclaim  Smile  Redface  Biggrin  Surprised  Eek   Confused   Cool  LOL   Mad   Twisted  Rolleyes   Wink  Idea  Arrow  Neutral  Cry   Mr. Green

MOST RECENT
Load more ...

SignUp

Login